Minggu, 21 Desember 2014

Inbox di boyolali

Inbox pertama kali di Boyolali tanggal 22 Desember 2014 dan berakhir tanggal 24 desember 2014...  Yg diadakan dikantor Kabupaten baru kota Boyolali....  Yg acaranya di hadiri ribuan orang dari daerah sekitar Boyolali.  Sayangnya band band asli Boyolali tidak tampil di acara ini padahal itu merupakan suatu batu loncat untuk memperkenalkan  kota Boyolali ke masyarakat luas Indonesia.....



Minggu, 31 Agustus 2014

pengging fair 2014

acara pengging fair tgl 30 agustus malam tidak seramai tahun sebelumnya.....panggung hiburan berkurang yg lumayan ramai di pangung utamanya tp sering ada perkelahian tp hanya sebentar...... aku hanya lihat panggung yg ber genre melodic punk pop yg ada band Tanpa Batas dan 1945 di pojok timur pasar pengging... kita tunggu aja tahun depan apa lebih ramai apa gak ya!!!!!

Senin, 18 Agustus 2014

pengging fair 2014

pengging fair adalah pesta rakyat yg diadakan setiap setahun sekali .malam puncak pengging fair sangat ramai dan sedikitnyA mendirikan 5 panggung hiburan untuk anak muda yg terdiri dari band lokal.Dan ada juga panggung untuk wayangnya lho.5 panggung tadi terdiri dari panggung dandut,koesploesan,rock,klonengan dan campuran..........

lokasi ngangkruk,boyolali,Jateng ke selatan....
umbul pengging...
tempat pengging fair pasar pengging dari arah barat sampai timur.dari arah utara sampai selatan.

Jumat, 15 Agustus 2014

vids

Hi, check out the cool movies I made http://www.magisto.com/album/e3hwDQwHQgJzCHIFBQ?type=sms

wanita tercantik di jogja

ini merupakan salah satu wanita tercantik dan manis yg ada di jogja, karena dia waktu masih kecil dia bersama kakaknya tinggal diboyolali

Selasa, 15 Juli 2014

membuat sim c murah

JUN 4 Gak Perlu Calo, Bikin Sendiri aja! (PELBAKK 2)       Kok makin banyak jasa atau calo penerbitan SIM, STNK dan surat-surat lainnya ya? Di dekat rumah saya aja gak kehitung jari banyaknya. Dan sepengetahuan saya, jasa-jasa tersebut jadi preferensi masyarakat Indonesia.        Emang masih susah ya bikin atau memperpanjang lewat jalur normal? Maksud saya, kenapa gak langsung ngurus ke Polres/ Samsat/ Ditlantas? Hhmmm.. mungkin sebagian besar karena gak yakin cara yang diwajibkan itu cara yang paling “benar”. Sering beredar cerita di kalangan anak di bawah umur 17 sampai kalangan yang sudah diwajibkan memiliki surat-surat di atas, “percuma jalur normal, pasti gagal. UUD juga akhirnya”. Yee.. Itu mah dulu!       Semua tergantung kitanya juga sih. Lagian, dimana-mana ujung-ujungnya pasti duit lah! Tapi jelas lebih murah lewat jalur normal. Dan saya yakin gak selalu gagal kok! Saya sudah buktiin sendiri. Bikin SIM A dan C. Only one shot!       kita ke Polres jam 9 pagi dengan harapan dapat antrian awal. Eh, emang dasar gak ada yang pengalaman, ternyata jam segitu di sana udah rame banget :))       Anyway, di sini saya gak mau cerita panjang lebar tentang suasana di Polres atau suasana hati di sana saat tatap-tatapan sama banyak cewek-cewek cantik, tebar senyum ramah dan lain-lain. Saya cuma mau sharing proses dan tips bikin SIM lewat jalur normal. Semoga bermanfaat! 1.      Tau jam operasional pembuatan SIM dan datang dari waktu dibuka: 08:00 WIB 2.      Siapin 10 foto kopi KTP untuk 2 SIM(tes kesehatan, registrasi, asuransi AKDP & tes praktik). Bawa pulpen sendiri dan pakai kemeja. 3.      Langsung ke belakang Polres, lewat gang di sebelah kirinya, untuk proses pertama: tes kesehatan. Seramai-ramainya antrian pada proses pertama ini, gak akan makan waktu lama nunggu giliran karena hanya bayar 25ribu / SIM(anehnya bukan per orang) dan tes : membaca angka berwarna saru. Jadi, jangan jauh-jauh dari antrian ya. 4.      Next, ke kantor Polres bagian pengurusan SIM untuk registrasi. Sebelum masuk ruangan kita akan dikalungi kartu peserta. Siapkan uang di tangan untuk mempercepat proses. SIM A baru 120ribu(perpanjang 80ribu), SIM C baru 100ribu(perpanjang 75ribu). Pas masuk ruang pembuatan SIM, kita dikasih tanda peserta seperti ini. Jangan dilepas! Konon katanya bisa dianggap bukan peserta dan diabaikan.  5.      Bayar premi Asuransi Kecelakaan Diri Pengemudi(AKDP) 30ribu untuk satu jenis SIM. Setelah proses ini kita akan memegang beberapa lembar yang cukup ngeribetin dan lanjut proses penyerahan bukti registrasi ke loket formulir(di ruang yang sama). Ada wifi! Suasana di loket pengambilan formulir pendaftaran cukup kondusif dan berjalan lancar, petugas pun ramah saat melayani saya. Seakan mendukung standing banner yang mensosialisasikan komitmen kepolisian dalam melayani masyarakat. 6.      Di loket tersebut petugas akan ngasih formulir pendaftaran. Mengisi formulir hanya memakan waktu 10 menit. Hanya mengisi data-data lengkap diri kita aja. Setelah itu serahkan form ke loket sebelah dan lanjut ke proses tes teori. 7.      Antri lagi sebentar yaa.. disiapin kursi kok. Saat dipanggil nama kita, akan dapat arahan dari petugas tentang cara pengerjaannya. Waktu pengerjaan 30 menit untuk satu SIM 8.      Usahakan duduk di baris ke dua dan tengok dinding di kanan-kiri kita. Banyak informasi membantu untuk menjawab soal, dan di baris ke dua kita masih nyaman untuk nanya kanan-kiri hehehe. Teliti ngerjainnya karena soal cukup membingungkan dan jawaban terasa benar semua. Lalu, kumpulkan jawaban kita dan tidak lama kemudian diumumkan lulus/tidak. Gampang kok! Ibu itu bertugas mengawasi kita selama tes teori. Sekaligus mengoreksi jawaban kita. Di dinding ruangan ini terdapat papan informasi tentang tata tertib dan rambu-rambu lalu lintas yang harus kita patuhi saat mengemudi. 9.      YAKIN LULUS! Setidaknya optimis itu baik :p Karena abis tes teori kita harus ke proses selanjutnya: tes praktek. Langsung ke TKP, jangan lelet, karena harus antri lagi. Gak lama kok. Tapi sabar ya pas dapet pengarahan dari intrukturnya. Banyak guyonan gitu.. Anggap saja lucu biar kita terlihat ramah #IfyouknowwhatImean. Di proses ini cukup menantang. Dibutuhkan kesiapan mental. Bukan karena kesulitannya tapi karena atmosfernya: ditonton polisi-polisi, peserta lain, orang lalu lalang dan panas bro! 10.  Untuk tes praktek SIM C, kita BOLEH NYOBAIN SEKALI sebelum tes penentuan. Tinggal bilang ke petugasnya. Untuk SIM A tidak diperbolehkan tapi silahkan coba kalau lagi sepi. 11.  Setelah semua urusan administrasi beres, semua tes LULUS, lanjut proses terakhir: Foto. Kembali ke ruang tes teori untuk ke ruang foto. Senyum yaaa pas difoto untuk Indonesia yang lebih ceria :D Punya SIM lagi deh sekarang hahahaha      Kesannya sih ribet ya buat SIM lewat jalur normal. Tapi itu sekedar tulisan saya aja kok. Sebenarnya hanya ada 7 proses. Selama-lamanya menghabiskan waktu 2-3 jam. Makanya ajak temen sama sedia minum dan cemilan. Lagian jaman smartphone gitu lho... masih bisa bosen? update timeline kek, gaming atau cari kenalan di sana. Sangat wajar kok untuk waktunya.      Kalau gak lulus tes, balik lagi 2 minggu kemudian tanpa biaya tambahan dan gak perlu menjalani proses dari awal. Total biaya untuk pembuatan satu SIM baru hanya Rp 160.000 s/d 180.000(termasuk fotokopi dan pulpen) langsung jadi. Lebih mahal menggunakan jasa calo bisa Rp 300.000 sampai Rp 500.000 untuk satu SIM baru! Belum lagi nunggunya berhari-hari. Sayang pula melewatkan pengalaman ngurus SIM sendiri yang menurut saya sangat menarik. Serius, saya ngerasa lebih normal dan keren bisa ngelewatin proses tersebut tanpa bantuan calo :)      Di sini saya memang mau mengajak keluarga, teman, mantan pacar atau siapa pun yang membaca untuk berintegrasi dengan pihak berwajib kalau mau negara ini jadi lebih baik. Jangan percaya kata orang kalau belum nyobain sendiri. Karena nanti nyesel sendiri lho, suatu waktu harus mandiri tapi gak punya pengalaman sama sekali. Ini bekal hidup, sodara-sodara setanah aiiiiirr! *suara bergetar, cetar, menggelegar* Karena kata kakek veteran, jadilah manusia seutuhnya, bukan manusia instan J Selamat mencoba! Diposkan 4th June 2013 oleh Ramanda Trias 4 Lihat komentar Tito Wicaksono7 Juni 2013 03.24 thanks broo udah sharing yaaa. dukung ane dong nih. bagi commentnya :D http://tempatpengetahuan.blogspot.com/2013/05/wisata-bandung-favorite-untuk-rekreasi.html Balas Ramanda Trias7 Juni 2013 05.34 you're welcome. Ajak-ajak yang lain untuk ngurus surat-surat sendiri ya. Apalagi surat nikah. Sukses kompetisinya! Balas light alzen3 Juli 2013 18.02 bekasi ya bro, temen ane juga kemaren gampang kok bikin sendiri. ruang tes teori nya cukup mungil ternyata. entah gimana sekarang untuk pembuatan yg di jakarta, ane rasa sih masih agak dipersulit (mungkin). soalnya dlu ane 3x coba untuk jalur normal ga lulus2 akhirnya kepaksa lewat belakang juga. kan ga lucu cuma buat sim sampe 1 bulan lebih. btw thanks infonya Balas Ramanda Trias10 Juli 2013 23.40 kalo gak salah di Jakarta udah pake simulator ya? seru ya kayaknya. Kalo yang saya rasain ngurus di Bekasi, semua di tangan kita. Apalagi kalo tes praktek mobil, instrukturnya ngasih arahan di samping kita(banyak yang bilang minta instruktur yang muda berkulit sawo matang). hahaha sama bapak saya juga sampai 3 x tes praktek. sama-sama, thahks ya sudah sharing di sini :) Balas Bukan Berita. Apalagi propaganda! Merangsang manusia dengan cerita. JUL 11 Gara-Gara Salaman! Sayangi tangan seperti hati. Tak perlu dipaksa jabat tangan bila takut bakteri. Namun jabat tangan adalah efisiensi dan efektifitas komunikasi. Berawal dari jamaah di kanan-kiri-depan-belakang mengajak saya bersalaman setelah salam tahiyat akhir, solat jumat. Salaman atau jabat tangan tanpa memandang, tanpa genggaman berarti. Banyak di antaranya juga melakukan hal yang sama ke setiap orang di dekatnya. Setelah bersalaman kok seperti tidak ada makna apa-apa ya? Mungkin bukan cuma saya yang sering lihat kebiasaan ini. “Kalo salamannya gak ada maksud, ngapain salaman?” dalam hati saya kebingungan. Selain itu, kita bersalaman dengan orang yang baru kita temui/kenal. Menurut saya, senyum, genggaman berarti atau minimal ­eye contact­­ menjadi penting untuk menghormati orang yang kita aja interaksi. “emang ada sunnahnya ya salam abis solat?” mencoba skeptis. Karena kalau memang ada, abaikan saja pertanyaan di atas. Tapi untuk masalah yang menyangkut agama, saya bukan ahlinya. Tpi saya pernah diajarkan sewaktu di pesantren, Nabi Muhammad pernah menyarankan umatnya untuk bersalaman bila bertemu sesama. (tapi ada detail apakah termasuk sehabis solat?) CMIIW. Tak melulu harus berjabat tangan ala pejabat. Akan lain cerita ketika berjabat tangan dengan teman dekat yang lebih asik hi-five atau rangkulan. Beda lagi cara jabat tangan dengan keluarga. Ibu saya sering mengingatkan setiap saya mau pergi atau baru pulang. “cium tangan dulu dong...”. Sering juga simbolisasinya berubah menjadi cipika cipiki atau sungkem ala keluarga kerajaan. Ada lagi budaya salam-salaman saat hari raya, seperti saat lebaran. Tak perlu berlama-lama salam-salaman saat lebaran karena lebih baik semua merapat ke meja makan untuk menyantap semur dan opor ayam :)) Tidak perlu terlalu bersemangat juga bila yang kita jabat tangannya si maung di kebung binatang. Atau saat bertemu relasi kerja. Sikap berjabat tangan perlu diperhatikan. Bahasa tubuh, genggaman cukup kuat, sapa, senyum ramah dan saling memandang, menjadi keharusan. Bila sudah kenal baik, jabat tangan(shake hands) bisa dua-tiga kali ayunan atau gerakan, ditambah basa-basi. Contohlah pejabat. Momen jabat tangan harus terlihat sempurna di depan kamera karena akan diabadikan dalam frame yang terpajang di setiap ruangan rumah. Masalahnya, jabat tangan yang tidak impresif bisa mengakibatkan karyawan lainnya menderita hehehe Jadi sebenarnya jabat tangan itu punya nilai sosial yang penting. Menjadi hal baik bila niat dan caranya juga baik. Dengan jabat tangan kita memperbaiki hubungan. Berjabat tangan sebagai simbol kita diterima lingkungan sosial. Berawal dari jabat tangan kita memulai bisnis besar. Makanya saya anggap jabat tangan salah satu cara berkomunikasi paling efisien dan efektif. Oya, monggo lho sekalian sharing pengalaman menarik tentang jabat tangan :D *sungkemin pembaca satu-satu* PS: buat teman-teman muslim, saran saya kalau salaman sehabis solat tunggu selesai wirid/doa dulu. Biar kelar dulu ritual masing-masing hehehe Berikan salam-sapa yang berarti walau pun pertemuan hanya sesaat. Diposkan 11th July 2013 oleh Ramanda Trias 2 Lihat komentar JUN 4 Gak Perlu Calo, Bikin Sendiri aja! (PELBAKK 2)       Kok makin banyak jasa atau calo penerbitan SIM, STNK dan surat-surat lainnya ya? Di dekat rumah saya aja gak kehitung jari banyaknya. Dan sepengetahuan saya, jasa-jasa tersebut jadi preferensi masyarakat Indonesia.        Emang masih susah ya bikin atau memperpanjang lewat jalur normal? Maksud saya, kenapa gak langsung ngurus ke Polres/ Samsat/ Ditlantas? Hhmmm.. mungkin sebagian besar karena gak yakin cara yang diwajibkan itu cara yang paling “benar”. Sering beredar cerita di kalangan anak di bawah umur 17 sampai kalangan yang sudah diwajibkan memiliki surat-surat di atas, “percuma jalur normal, pasti gagal. UUD juga akhirnya”. Yee.. Itu mah dulu!       Semua tergantung kitanya juga sih. Lagian, dimana-mana ujung-ujungnya pasti duit lah! Tapi jelas lebih murah lewat jalur normal. Dan saya yakin gak selalu gagal kok! Saya sudah buktiin sendiri. Bikin SIM A dan C. Only one shot!      Awal Juni ini. Inisiatif bokap ngajak anak-anaknya bikin SIM di Polresta Bekasi Kota, Jl. Pramuka 79, Bekasi(dekat RSUD Bekasi/ Masjid Al-Barkah/ alun-alun kota Bekasi/ Pengadilan Negeri Bekasi). Kebetulan SIM bokap dan kedua kakak saya sudah lewat masa berlaku. SIM saya hilang. Mumpung saya lagi gak ada kuliah Sabtu, jadi bisa ikutan.       Dateng lah kita ke Polres Bekasi jam 9 pagi dengan harapan dapat antrian awal. Eh, emang dasar gak ada yang pengalaman, ternyata jam segitu di sana udah rame banget :))       Anyway, di sini saya gak mau cerita panjang lebar tentang suasana di Polres atau suasana hati di sana saat tatap-tatapan sama banyak cewek-cewek cantik Bekasi, tebar senyum ramah dan lain-lain. Saya cuma mau sharing proses dan tips bikin SIM lewat jalur normal. Semoga bermanfaat! 1.      Tau jam operasional pembuatan SIM dan datang dari waktu dibuka: 08:00 WIB 2.      Siapin 10 foto kopi KTP untuk 2 SIM(tes kesehatan, registrasi, asuransi AKDP & tes praktik). Bawa pulpen sendiri dan pakai kemeja. 3.      Langsung ke belakang Polres, lewat gang di sebelah kirinya, untuk proses pertama: tes kesehatan. Seramai-ramainya antrian pada proses pertama ini, gak akan makan waktu lama nunggu giliran karena hanya bayar 25ribu / SIM(anehnya bukan per orang) dan tes : membaca angka berwarna saru. Jadi, jangan jauh-jauh dari antrian ya. 4.      Next, ke kantor Polres bagian pengurusan SIM untuk registrasi. Sebelum masuk ruangan kita akan dikalungi kartu peserta. Siapkan uang di tangan untuk mempercepat proses. SIM A baru 120ribu(perpanjang 80ribu), SIM C baru 100ribu(perpanjang 75ribu). Pas masuk ruang pembuatan SIM, kita dikasih tanda peserta seperti ini. Jangan dilepas! Konon katanya bisa dianggap bukan peserta dan diabaikan.  5.      Bayar premi Asuransi Kecelakaan Diri Pengemudi(AKDP) 30ribu untuk satu jenis SIM. Setelah proses ini kita akan memegang beberapa lembar yang cukup ngeribetin dan lanjut proses penyerahan bukti registrasi ke loket formulir(di ruang yang sama). Ada wifi! Suasana di loket pengambilan formulir pendaftaran cukup kondusif dan berjalan lancar, petugas pun ramah saat melayani saya. Seakan mendukung standing banner yang mensosialisasikan komitmen kepolisian dalam melayani masyarakat. 6.      Di loket tersebut petugas akan ngasih formulir pendaftaran. Mengisi formulir hanya memakan waktu 10 menit. Hanya mengisi data-data lengkap diri kita aja. Setelah itu serahkan form ke loket sebelah dan lanjut ke proses tes teori. 7.      Antri lagi sebentar yaa.. disiapin kursi kok. Saat dipanggil nama kita, akan dapat arahan dari petugas tentang cara pengerjaannya. Waktu pengerjaan 30 menit untuk satu SIM 8.      Usahakan duduk di baris ke dua dan tengok dinding di kanan-kiri kita. Banyak informasi membantu untuk menjawab soal, dan di baris ke dua kita masih nyaman untuk nanya kanan-kiri hehehe. Teliti ngerjainnya karena soal cukup membingungkan dan jawaban terasa benar semua. Lalu, kumpulkan jawaban kita dan tidak lama kemudian diumumkan lulus/tidak. Gampang kok! Ibu itu bertugas mengawasi kita selama tes teori. Sekaligus mengoreksi jawaban kita. Di dinding ruangan ini terdapat papan informasi tentang tata tertib dan rambu-rambu lalu lintas yang harus kita patuhi saat mengemudi. 9.      YAKIN LULUS! Setidaknya optimis itu baik :p Karena abis tes teori kita harus ke proses selanjutnya: tes praktek. Langsung ke TKP, jangan lelet, karena harus antri lagi. Gak lama kok. Tapi sabar ya pas dapet pengarahan dari intrukturnya. Banyak guyonan gitu.. Anggap saja lucu biar kita terlihat ramah #IfyouknowwhatImean. Di proses ini cukup menantang. Dibutuhkan kesiapan mental. Bukan karena kesulitannya tapi karena atmosfernya: ditonton polisi-polisi, peserta lain, orang lalu lalang dan panas bro! 10.  Untuk tes praktek SIM C, kita BOLEH NYOBAIN SEKALI sebelum tes penentuan. Tinggal bilang ke petugasnya. Untuk SIM A tidak diperbolehkan tapi silahkan coba kalau lagi sepi. 11.  Setelah semua urusan administrasi beres, semua tes LULUS, lanjut proses terakhir: Foto. Kembali ke ruang tes teori untuk ke ruang foto. Senyum yaaa pas difoto untuk Indonesia yang lebih ceria :D Punya SIM lagi deh sekarang hahahaha      Kesannya sih ribet ya buat SIM lewat jalur normal. Tapi itu sekedar tulisan saya aja kok. Sebenarnya hanya ada 7 proses. Selama-lamanya menghabiskan waktu 2-3 jam. Makanya ajak temen sama sedia minum dan cemilan. Lagian jaman smartphone gitu lho... masih bisa bosen? update timeline kek, gaming atau cari kenalan di sana. Sangat wajar kok untuk waktunya.      Kalau gak lulus tes, balik lagi 2 minggu kemudian tanpa biaya tambahan dan gak perlu menjalani proses dari awal. Total biaya untuk pembuatan satu SIM baru hanya Rp 160.000